Bagaimana Sidik Jari Bekerja Untuk Melihat Kepribadian?

Saat ini metode analisis sidik jari dipercaya memiliki akurasi yang tinggi untuk mendeteksi minat dan bakat seseorang. Metode analisis sidik jari didasari pada kenyataan bahwa tidak ada sidik jari antar manusia yang identik, sehingga memiliki ciri-ciri dan kekhususannya tersendiri. Hal ini membuat analisis kepribadian lewat jari tangan menjadi tren yang juga diikuti oleh STIFIn saat ini. 

Apa itu Sidik Jari

Sidik jari atau Finger print dapat diibaratkan sebagai tanda tangan seseorang. Sidik jari bisa menjadi salah satu cara untuk mengidentifikasi seseorang. Sidik jari merupakan guratan-guratan pada kulit jari tangan maupun sepanjang telapak kaki seseorang. Guratan-guratan garis ini memiliki pola-pola tertentu yang jelas dan berbeda antara satu orang dengan orang lain. 

Garis-garis sidik jari ini dipercaya telah terbentuk ketika manusia mulai terbentuk pada trimester pertama kehamilan. Garis-garis ini membantu janin untuk mendeteksi rangsangan-rangsangan yang diterima oleh indera peraba. Pola-pola ini muncul akibat sentuhan janin ke dinding ketuban ibunya. Pola sidik jari setiap manusia akan memiliki perbedaan satu dengan yang lainnya. Pola ini tidak akan berubah, kecuali bila terjadi kerusakan pada lapisan luar kulit yang disebabkan oleh luka atau bekas tusukan. 

Dermatoglyphics

Dermatoglyphics merupakan cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pola sidik jari, garis telapak tangan, serta telapak kaki. Dalam ilmu pengetahuan ini dipercaya  bahwa hal-hal tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk meneliti karakter dan kepribadian seseorang. Ilmu ini dikenalkan dan dikembangkan oleh Dr. Harold Cummins.

Metode analisis sidik jari bertujuan untuk mengetahui gaya bekerja otot manusia dan berhubungan dengan salah satu dari 5 bagian otak. Dari sebuah sidik jari dapat dilihat bagian otak mana yang paling dominan dalam kehidupan sehari-hari seorang anak. Dengan demikian analisis ini dapat melihat bagaimana potensi, karakter, motivasi, hingga gaya belajar yang terbaik untuk anak. Metode analisis kepribadian lewat jari tangan  ini memiliki tingkat akurasi hingga 78% yang mana lebih tinggi daripada metode tes potensi lainnya.  

Bagaimana Minat dan Bakat Bisa Dideteksi dari Sidik Jari 

Analisis ini dapat digunakan untuk menemukan potensi, kecerdasan, bakat, cara berpikir, karakter, hingga kemampuan seseorang dalam mengatasi tekanan. Secara mendasar, pola sidik jari manusia dibagi dalam kelompok besar sebagaimana dikenalkan oleh Dr. Harold Cummins yakni Arch, Loop, dan Whorl. Dari pola dasar ini kemudian diturunkan kedalam 9 pengelompokan yang leibh spesifik. Dari data dapat digunakan untuk memetakan hal-hal spesifik terkait seorang manusia seperti yang menjadi tujuan dari analisis tersebut. 

Tes dengan metode analisis ini dapat mengukur cara kerja otak. Secara umum kepribadian dan kecerdasan manusia dalam tes ini terbagi atas kategori Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting. Setiap kategori memiliki keunikan dan dasar otak dominan yang berbeda. Hasil analisis kepribadian lewat jari tangan, anda bisa mengembangkan bakat sesuai dengan kemampuan dominan otak anda secara tepat dan terarah. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *